Klarifikasi Kasi Humas Polres Majene Terkait Perkembangan Kasus Curanmor yang Menimpa Pensiunan ASN di Baruga Dhua
Polres Majene – Kasus pencurian kendaraan bermotor yang menimpa seorang warga lanjut usia, Muhammad Tamin (73), seorang pensiunan ASN warga Lingkungan Puawang, Kelurahan Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur pada Kamis, 30 Oktober 2025, sekitar pukul 04.30 Wita, dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Majene, IPTU Suyuti, saat ditemui di
ruang kerjanya pada Kamis (11/12/25), menjelaskan perkembangan penanganan kasus tersebut. Ia
menjelaskan bahwa Unit Resmob Sat Reskrim Polres Majene telah melakukan
serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab
atas hilangnya kendaraan korban.
“Tim Resmob telah melakukan
upaya-upaya maksimal, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan
saksi, hingga meminta keterangan korban. Selain itu, SP2HP juga telah
diserahkan kepada korban sebagai bentuk transparansi dan perkembangan
penanganan kasus,” ujar IPTU Suyuti.
Meski demikian, hingga saat
ini pihak kepolisian belum menemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku.
Minimnya informasi serta ketiadaan saksi yang melihat langsung kejadian membuat
proses penyelidikan membutuhkan waktu lebih panjang. Korban sendiri mengaku
tidak mengetahui atau mencurigai siapa pun yang mungkin terlibat dalam
pencurian tersebut.
Berdasarkan informasi awal,
pencurian terjadi setelah korban memarkir sepeda motornya di bawah kolong rumah
dengan kondisi kunci masih terpasang, sepulangnya dari melaksanakan salat Isya
di masjid. Kejadian baru diketahui sekitar pukul 04.30 Wita saat korban bersiap
berangkat menunaikan salat Subuh. Saat itu, motor miliknya yang sebelumnya
terparkir rapi sudah tidak terlihat.
Kini, Polres Majene menegaskan
komitmennya untuk terus mengejar titik terang terkait identitas pelaku maupun
keberadaan kendaraan yang hilang. Tim Resmob disebut terus melakukan pemantauan
dan pengembangan di lapangan demi mengungkap kasus ini.
“Kami tetap bekerja
maksimal untuk menemukan pelaku dan keberadaan motor tersebut. Segala bentuk
informasi dari masyarakat sangat kami harapkan untuk mempercepat proses
penyelidikan,” tutup IPTU Suyuti.